Film “PK”, Mencari Tuhan Dengan Spekulasi

Ahad, 15 Maret 2015, #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) Chapter Jakarta mengadakan kajian bulanan pertama yang digelar di Aula Lt. 5 Gedung Rabbani, Rawamangun. Tema kajian kali ini adalah bedah filmPK (Peekay) dengan menghadirkan Akmal Sjafril, Ketua Div. Litbang ITJ Pusat, sebagai narasumbernya, sedangkan Wahyu, Koordinator ITJ Chapter Jakarta, bertugas memoderatori kajian yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB hingga menjelang Zhuhur ini.

Ustadz Akmal memulai kajian dengan mengulas episode-episode penting dalam film PK, di antaranya adalah pertanyaan-pertanyaan tokoh utamanya, yaitu PK, mengenai hal-hal seputar Tuhan, nyanyian PK yang mencari Tuhan tanpa berpikir dan mengerti, dan kesimpulan akhir PK yang menyatakan bahwa ada ‘dua Tuhan’ di dunia ini; yang pertama adalah yang menciptakan alam semesta, sedangkan yang kedua adalah yang diciptakan oleh para pemuka agama. Di dalam film PK ini pun sempat disinggung mengenai identitas para penganut agama yang tidak memiliki tanda apapun di dalam tubuhnya. Karakter PK pada akhirnya berkesimpulan bahwa agama hanyalah hal yang dibuat-buat oleh para pemuka agama karena tidak ada tanda secara genetis mengenai agama yang seharusnya dianut oleh seseorang.

pk3

Pada sesi selanjutnya, barulah Akmal memberikan penilaian pada film PK. Menurut Akmal, para penikmat film harus kritis dengan apa ditontonnya. “Kebingungan yang dialami oleh PK tidak terlepas dari latar belakang sosiologis dan religius masyarakat di India. Kita sebagai umat Muslim yang sudah dianugerahi agama yang sempurna tidak perlu ikut bingung dengan pencarian Tuhan yang dilakukan oleh PK,” ujar Akmal.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah betapa berbahayanya ungkapan “Tuhan palsu memelihara rasa takut manusia” seperti yang dikemukakan oleh karakter PK. Padahal, dalam ajaran Islam, rasa takut kepada Allah perlu kita pelihara sebagai wujud taqwakepada-Nya. Tidak takut menunjukkan tidak ber-taqwa, sebab esensi dari taqwa adalah kehati-hatian dalam bertindak karena takut akan murka Allah SWT. “Memang hubungan seorang hamba kepada Allah bukan hanya takut, melainkan ada juga aspek cinta dan harapan. Tapi, kalau ada yang bilang bisa beriman kepada Allah tanpa rasa takut, maka imannya absurd,” ungkap Peneliti INSISTS yang kini sedang mengelola Sekolah Pemikiran Islam (SPI) ITJ di Jakarta dan Bandung ini.

pk1

Kesimpulan lainnya yang diberikan adalah bahwa kita sebagian di antara umat Muslim wajib meng-update diri dengan perkembangan film dan media propaganda lain bisa meluruskan dan mengkritisinya ketika ada penyimpangan. Meski demikian, anjuran ini bukan untuk semua orang. “Jangan asal memberikan info mengenai film semacam ini ke sembarang orang, karena bisa berakibat fatal. Masyarakat yang pemahaman agamanya masih sangat awam bisa teracuni dengan pemikiran yang tidak benar, karena film bisa membuat kita terhanyut dan menganggap bahwa yang sebenarnya terjadi adalah seperti yang ada dalam film. Film PK berlatar belakang kebingungan masyarakat India, namun jika orang Indonesia menontonnya dan menelan semua kontennya bulat-bulat, maka mereka akan menyangka realita di film adalah seperti yang terjadi di negerinya sendiri,” kata Akmal.

Oleh karena itu, para aktivis dakwah harus memahami peranannya dengan baik. “Rekomendasikanlah film-film kontroversial semacam ini hanya kepada orang yang kiranya bisa diajak berdiskusi agar bisa kita luruskan pemikirannya. Kita bedah dan kritisi poin-poin yang salah dalam film tersebut. Kaidah ini tidak hanya terbatas pada film, tetapi juga media-media propaganda lainnya yang saat ini sedang gencar mengincar kaum muda,” pungkas penulis buku Islam Liberal 101 ini.

Antusiasme para peserta kajian cukup besar. Banyak peserta kajian yang menyampaikan sambutan positif melalui akun sosial twitternya karena merasa bahwa kajian kali ini sangat mencerahkan. Mereka yang belum berkesempatan hadir pun berharap bisa menyimak rekaman kajian tersebut via Youtube. (Antya/ITJ)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s